Selasa, 18 Oktober 2011

makalah halogen


Pendahuluan
Golongan halogen atau golongan 17 (VII A) adalah unsur-unsur yang memiliki tujuh elektron valensi dengan konfigurasi electron terluar ns2 ns5. Unsur-unsur tersebut adalah fluorin (F), klorin (Cl), bromin  (Br), Iodin (I), dan astatin (At). Golongan halogen ini (F,Cl,Br,I dan At) adalah kelompok unsur-unsur yang sangat kontras terhadap golongan alkali (golongan 1A). Alkali adalah kelompok logam yang sangat reaktif dan elektropositif, sedangkan halogen adalah kelompok non-logam yang sangat reaktif dan elektronegatif. Alkali yang paling reaktif  terdapat pada unsur yang paling bawah, sedangkan halogen merupakan unsure paling atas dari golongannya dalam sistem periodik unsur. Unsur-unsur halogen ini tidak ditemukan dialam dalam keadaan bebas melainkan dalam keadaan garamnya, karena merupakan unsur yang paling reaktif.  Halogen berasal dari bahasa yunani yang berarti “ pembentuk garam “ , karena unsur-unsur halogen dapat bereaksi dengan logam membentuk garam.  Golongan halogen ditemukan dialam hanya dalam bentuk kombinasi ( senyawa ) dengan unsur lain atau berada dalam keadaan diatomic, F2,Cl2,Br2,I2.
  1. keberadaan dialam untuk masing-masing halogen:
  1. Fluor
Fluor merupakan unsur paling elektronegatif dan reaktif. Pertam akali diisolasi pada tahun 1886 oleh Maisson. Ditemukan dalam mineral fluorspar atau fluorit CaF2, Kristal transparan : yang tidak berwarna, akan berwarna kebiruan jika terkena sinar, sifat ini juga disebut “fluoresen”. Fluospar digambarkan sebagai fluor ( yang berati mengalir ), karena zat ini melebur dan bergerak pada suhu 1330°c. mineral lain yang mengandung fluor ndalam klorit Na3AlF6 dan apatit 3Ca3(PO4)2.CaF2.
  1. Klor
Klor ditemukan oleh Schecle pada tahun 1774 sebagai senyawa asam klorida dan dinamai oleh Davi pada tahun 1810 sesuai dengan warnanya ( cloros:kuning hijau ) yang menyatakan bahwa klorin benar-benar unsur baru, bukan senyawa asam yang mengandung oksigen. Klor ditemukan dalam kerak bumi sebagai mineral ion-ion klorida seperti batu garam NaCl, karnalit KCl.MgCl2.6H2O, dan kloroargirit AgCl, juga terdapat dalam air laut.
  1. Brom
Brom ditemukan oleh Ballard pada tahun 1826 ( bromos : berbau busuk ). Brom terdapat sebagai bromide, sebagai garam magnesium dan garam logam alkali dalam air laut. Dalam kerak bumi, brom sebagai mineral bromoargirit AgBr.
  1. Iodium
Iodium diemukan oleh Courtois pada tahun 1812. Di alam ditemukan sebagai iodide dalam air laut ( air asin ), ganggang laut, dan 23 isotop dan hanya satu yang stabil yaitu 127I yang ditemukan dialam. Padatan mengkilap berwarna hitam kebiruan.Dapat menguap pada temperature biasa membentuk gas berwarna ungu-biru berbau tidak enak (perih). Unsur halogen ini larut baik dalam CHCl3, CCl4, dan CS2 tetapi sedikit sekali larut dalam air.Kristal iodin dapat melukai kulit, sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lendir.
  1. Astatin
Merupakan unsur radioaktif pertama yang dibuat sebagai hasil pemboman Bismuth dengan partikel-partikel alfa (hasil sintesa tahun 1940) oleh DR. Corson, K.R. Mackenzie dan E. Segre. Dikenal ada 20 isotop dari astatin, dan isotop At(210) mempunyai waktu paruh 8,3 jam (terpanjang). Astatin lebih logam disbanding iodium. Sifat kimianya mirip iodium, dapat membentuk senyawa antar halogen (AtI, AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah At dapat membentuk molekul diatom seperti unsur halogen lainnya. Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt dan CH3At.
  1. Pembuatan halogen
Di laboratorium, unsur-unsur halogen (X2) diperoleh dengan cara mengoksidasi senyawa halide (X-). Dalam hal ini, gas fluorin jarang dibuat dilaboratorium, sebab tidak ada oksidator yang mampu mengoksidasi senyawa fluoride (F-). Lagipula fluorin sangat beracun.
Unsur-unsur klorin, bromin dan iodin dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halide dengan oksidator MnO2 atau KMnO4 dalam lingkungan asam. Senyawa halida dicampurkan dengan MnO2 atau KMnO4 lalu ditambahkan H2SOa pekat, kemudian dipanaskan
Reaksi:
Pada pembuatan klorin, senyawa klorida yang biasa digunakan adalah HCl pekat. Gas Cl2 yang terbentuk dicuci dengan air guna menghilangkan HCl yang turut serta, kemudian dikeringkan dengan menggunakan asam sulfat pekat. Gas klor yang kering dialirkan dan ditampung dalam sebuah bejana.
Pada pembuatan bromin, menggunakan KBr atau NaBr sebagai sumber bromida. Gas Br2 yang terbentuk diembunkan sebagai cairan yang merah gelap. Karena berbahayanya uap brom, pekerjaan ini harus dilakukandalam lemari asam.
Pada pembuatan iodin, menggunakan NaI atau KI. Gas I2 yang dihasilkan menyublim membentuk Kristal pada bagian bawah cawan penguapan yang berisi air dingin. Iodin yang kotor dapat dimurnikan dengan cara sublimasi setelah dicampur dengan kalium iodida.
Untuk pembuatan unsur-unsur halogen di industri
Gas fluorin pertama kalinya dibuat oleh Ferdinand Hendri Moissan (1852-1907) dari perancis pada tahun 1886 dan untuk keberhasilannya itu meraih nobel tahun 1906. Sumber komersial dari fluor adalah mineral Feldspar CaF2. Dengan mengkondisikan kalsium fluorida itu dengan asam sulfat, maka dihasilkan hidrogen fluoride HF.
Fluorin diperoleh melalui proses elektrolisis, namun HF cair bukanlah elektrolit yang baik, Karena itu dicampur dengan garam kalium fluorida
  1. Sifat kimia dan fisika
a.       Sifat fisik
Sifat
F
Cl
Br
I
At
Pada suhu kamar
F2(g) tak berwarna
Cl2(g) kuning kehijauan
Br2(l)minyak merah coklat
I2(s) ungu hampir hitam
At(s)
Nomor atom
9
17
35
53
8
Berat atom
18,99
35,45
79,90
126,90
210
Jari-jari, X- [pm]
133
184
196
220
_
Jari-jari kovalen
72
100
114
133
_
Jari-jari van der wal
135
180
195
215
_
Elektronegatifitas
4,0
3,0
2,8
2,5
2,2
Energy ionisasi
Ke-1 (KJ/mol)
1680,6
1255,7
1142,7
1008,7
926
Afinitas electron
332,6
348,5
324,7
295,5
270
Potensial elektroda (V)
-2,87
-1,36
-1,07
-0,535
-0,3
Energy ikat X-X
155
240
190
149
_
Polarisabilitas(cc/atom)
1,04 x 10-4
3,66 x
10-24
4,77 x10-4
7,10 x10-24
_
Titik leleh X2 (°C)
-219
-101
-7
+114
_
Titik didih X2
-188
-34
+60
+185
_
Titik didih H-X
19,5
-85
-67
-36
_
Energy ikat H-X
565
428
362
295
_
Rapatan ( g/cm3)
1,1
1,5
3,2
4,9
_
Volume atom,mL/mol
17.2
23,5
27,1
34,2
_
Kelimpahan,% berat
0,027
0,048
0,003
10-5
_

Diantara sifat fisik golongan halogen dapat dijelaskan bahwa titik didih dan titik didih molekul diatomic halogen naik secara perlahan dan hal ini berkaitan dengan sifat polarisabilitas molekul-molekul yang bersangkutan. Sifat polarisabilitas molekul diatomic halogen naik secara perlahan disebabkan dengan naiknya nomor atom disebabkan oleh naiknya jari-jari atau volume atom dan jumlah total electron sehingga posisi electron makin mudah terdistribusi secara tak homogeny sepanjang waktunya. Dengan demikian berakibat pada naiknya gaya dispersi atau gaya London dan pada gilirannya mengakibatkan naiknya titik didih dan titik leleh molekulnya.
b.      Sifat kimia
Berkenaan dengan sifat-sifat kimia halogen, diketahui bahwa keempat unsure-unsur pada golongan VIIA bersifat racun dan semuanya sangat merangsang sekali terhadap hidung dan tenggorokan. Hal ini berkaitan dengan sifat kimia seperti kereaktifan halogen. Kereaktifan unsure halogen atau unsure non logam ini dikaitkan dengan kemampuannya menyerap electron membentuk ion negative. Salah satu besaran yang menggambarkan sifat tersebut adalah afinitas electron.
1.      Kereaktifan fluor dan klor
Pada suhu kamar, fluorin berupa gas yang tidak berwarna atau agak kekuning-kuningan dan klorin juga berupa gas dengan warna hijau pucat. Keduanya sama seperti oksigen dapat membantu dalam reaksi pembakaran. Hidrogen dan logam-logam aktif akan terbakar pada salah satu gas inidengan cara membebaskan panas dan cahaya. Reaktifitas fluor lebih besar dibandingkan dengan klor, yang dapat dibuktikan dengan terbakarnya bahan-bahan biasa termasuk kayu dan plastic apabila berada dalam keadaan atmosfer fluor.
2.      Kereaktifan brom
Brom pada suhu kamar merupakan cairan minyak berwarna merah tua dan mempunyai tekanan uap yang sangat tinggi. Brom cair merupakan salah satu reagensia laboratorium umum yang paling berbahaya, karena efek uap itu terhadap mata dan saluran hidung. Hanya 0,1 ppm bisa ditoleransi tanpa efek yang membahayakan. Cairan ini njuga dapat menimbulkan luka bakar yang parah, bila mengenai kulit.bromin kuran greaktif bila dibandingkan dengan Klor.
3.      Kereaktifan iodium
Iodium dapat menguap pada temperature biasa, membentuk gas berwarna ungu-biru berbau tidak enak (perih). Kristal iodine dapat melukai kulit. Sedangkan uapnya dapat melukai mata dan selaput lender.iodin kurang reaktif jika dibandingkan dengan Klor.
4.      Kereaktifan astatin
Astatine dapat membentuk senyawa antar halogen (AtI, AtBr, AtCl), tetapi belum bisa diketahui apakah At dapat membentuk molekul diatom seperti unsur halogen lainnya. Senyawa yang berhasil dideteksi adalah HAt dan CH3At.
  1. Senyawa penting
a.       Senyawa yang bermanfaat sebagai Desinfektan (seperti kaporit)
Yang bisa dijadikan sebagai desinfektan diantaranya adalah kaporit atau kalsium hipoklorit merupakan senyawa kimia yang mempunyai rumus kimia Ca(OCl)2. Kaporit biasanya digunakan untuk menjernihkan air. Kaporit adalah padatan putih yang siap didekomposisi didalam air untuk kemudian melepaskan oksigen dan klorin. Kalsium hipoklorit memiliki aroma klorin yang sangat kuat.senayawa ini tidak terdapat dilingkungan secara bebas.
Dalam Perang Dunia 1 gas klor digunakan sebagai senjata kimia karena sifatnya yang mengiritasi jaringan saluran pernapasan yang peka di dalam paru – paru. Inilah alasan mengapa uap klor dalam kaporit yang terhirup seringkali memperburuk keluhan asma dan bronkitis, terutama pada anak-anak yang jaringannya masih sangat peka. Penggunakan kalsium hipoklorit utamanya sebagai agen pemutih atau desinfektan. Senyawa ini adalah komponen yang digunakan dalam pemutih komersial, larutan pembersih, desinfektan untuk air minum, sistem pemurnian air dan kolam renang.
Kaporit dapat berinteraksi dengan lingkungan, ketika berada diudara , kaporit akan terdegradasi oleh sinar matahari dan senyawa-senyawa lain yang terdapat diudara. Ketika diair kalsium hipoklorit akan berpisah menjadi ion kalsium (Ca2+) dan hipoklorit (ClO-). Ion ini dapat bereaksi dengan substansi-substansi lain yang terdapat diair. Kalsium hipoklorit tidak terakumulasi didalam rantai makanan.
Penambahan kaporit ke dalam air akan mengbasilkan senyawa kimia sampingan yang bernama Trihalometana (THM). Senyawa ini banyak diklaim oleh para pakar air di luar negeri sebagai penyebab produksi radikal bebas dalam tubuh ( mengakibatkan kerusakan sel dan bersifat karsinogenik ). Penelitian lain di Hartford, Connecticut, AS menemukan “Wanita dengan kanker payudara rnernpunyai kadar organochlorines (zat sampingan klorinasi) lebih tinggi hingga 50-60% lebih tinggi di dalam jaringan payudaranya dibanding mereka yang tidak mempunyai kanker”.
Efek toksik dari kalsium hipoklorit utamanya bergantung pada sifat korosif hipoklorit. Jika sejumlah kecil dari pemutih (3-6% hipoklorit) tertelan (ingesti), efeknya adalah iritasi pada sistem gastrointestinal. Jika konsentrasi pemutih yang tertelan lebih besar, misalnya hipoklorit 10% atau lebih, efek yang akan dirasakan adalah iritasi korosif hebat pada mulut, tenggorokan, esofagus, dan lambung dengan pendarahan, perforasi (perlubangan), dan pada akhirnya kematian. Jaringan parut permanen dan penyempitan esofagus dapat muncul pada orang-orang yang dapat bertahan hidup setelah mengalami intoksikasi (mabuk hipoklorit) hebat. Jika gas klorin yang terlepas dari larutan hipoklorit terhirup (inhalasi), efek yang akan muncul adalah iritasi pada rongga hidung, sakit pada tenggorokan, dan batuk. Kontak dengan larutan hipoklorit kuat dengan kulit akan menyebabkan kulit melepuh, nyeri bakar, dan inflamasi. Kontak mata dengan larutan pemutih konsentrasi rendah menyebabkan iritasi ringan, tetapi tidak permanen. Larutan dengan konsentrasi yang tinggi dapat menyebabkan luka mata parah. Pajanan hipoklorit dalam level rendah pada jangka waktu lama dapat menyebabkan iritasi kulit. Belum diketahui apakah pajanan klorin memiliki efek pada kemampuan reproduksi. International Agency for research on Cancer (IARC) telah menetapkan bahwa garam hipoklorit tidak diklasifikasikan bersifat karsinogenik terhadap manusia. Anak-anak mungkin terpajan kalsium hipoklorit dengan jalur yang sama dengan orang dewasa. Tidak diketahui apakah anak-anak berbeda dengan orang dewasa terkait dengan suseptibilitasnya terhadap kalsium hipoklorit. Secara umum, anak-anak dapat lebih berisiko terhadap bahan korosif daripada orang dewasa. Belum diketahui juga apakah kalsium hipoklorit dapat menyebabkan cacat lahir atau efek pada perkembangan tubuh lainnya.
b.      Senyawa yang berbahaya bagi lingkungan
·         CFC
CFC atau klorofluoro karbon, yaitu senyawa-senyawa yang mengandung atom karbon dengan klorin dan fluorin terikat padanya.
CFC merupakan zat-zat yang tidak mudah terbakar dan tidak terlalu toksik. Dengan demikian zat ini memiliki banyak kegunaan. CFC digunakan sebagai pendingin, bahan bakar untuk aerosol, untuk menghasilkan plastic busa seperti busa polistirena atau poliuretana yang memuai, dan sebagai pelarut untuk pembersih keringan dan untuk tujuan-tujuan minyak.

o   Kegunaan CFC
Pada zaman sekarang, banyak sekali kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, barang yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang banyak sekali yang menggunakan CFC. Sebagian dari mereka menggunakan CFC dengan cara yang tidak terkira banyaknya. Selama bertahun-tahun, senyawa-senyawa kimia tersebut secara luas dipakai untuk berbagai keperluan, seperti:
·      Alat-alat pendingin ruangan (air conditioner/AC)
CFC yang digunakan pada alat pendingin ruangan (air conditioner/AC) lebih dikenal dengan freon yang digunakan sebagai pendingin.
·      Media pendingin di lemari es
Sama halnya seperti AC, pada kulkas terdapat CFC yang digunakan sebagai pendingin walaupun tidak berpengaruh terlalu banyak coba bayangkan apabila seluruh masyarakat di dunia ini menggunakan lemari es berapa banyak CFC yang terbuang tiap harinya.
·      Bahan pelarut
CFC yang terdapat pada bahan pelarut banyak digunakan bagi kilang-kilang elektronik. sebagai pelarut untuk pembersih dan untuk tujuan pengeringan minyak.
·      Bahan dorong
CFC digunakan sebagai bahan dorong dalam penyembur (aerosol), diantaranya kaleng semprot pengharum ruangan, penyemprot rambut, minyak wangi (parfum).
·      Proses pembuatan plastik
untuk menghasilkan plastik busa seperti busa polistirena atau poliuretana yang memuai
Selain itu CFC juga banyak digunakan sebagai blowing agent dalam proses pembuatan foam (busa), sebagai cairan pembersih (solvent), bahan aktif untuk pemadam kebakaran, bahan aktif untuk fumigasi di pergudangan, pra-pengapalan, dan produk-produk pertanian dan kehutanan.
Selain memiliki banyak kegunaan, CFC juga dapat merusak lingkungan. CFC dapat merusak lapisan ozon, pada lapisanatmosfir yang tinggi ikatan C-Cl akan terputus menghasilkan radikal-radikal bebas klorin. Radikal-radikal ini yang merusak ozon. CFC juga bisa menyebabkan pemanasan global. Satu molekul CFC misalnya, memiliki potensi pemanasan global sekitar 5000 kali lebih besar ketimbang molekul karbondioksida.
Dalam kurun waktu 5 tahun , CFC bergerak naik secara perlahan kedalam stratosfer (10 km – 50 km). Molekul CFC terurai setelah bercampur dengan sinar UV yang kemudian membebaskan atom klorin. Atom klorin dapat menyebabkan pemanasan global. Pemanasan global dapat dikurangi dengan cara melakukan reboisasi di tempat sekitar kita.

·         CCl4
CCl4 atau karbontetraklorida atau tetraklorometana, banyak digunakan dalam sintesis kimia organik. Dulunya karbontetraklorida juga digunakan dalam pemadam api dan refigerasi, namun sekarang sudah ditinggalkan. Pada keadaan standar (suhu kamar) CCl4 adalah cairan tak berwarna dengan bau yang manis yang dapat dideteksi pada tingkat rendah. Karbontetraklorida merupakan cairan bening yang sangat mudah menguap, kebanyakan karbontetraklorida yang lolos ke lingkungan karena itu ditemukan sebagai gas. Karbontetraklorida ini tidak mudah terbakar.
Karbontetraklorida lazim dipakai sebagai penginduksikerusakan hati. Dimasa lalu, karbontetraklorida secara luas digunakan sebagai cairan pembersih, dalam industry dan perusahaan dry cleaning sebagai agen pembersih, dan dalam rumah tangga sebagai spot remover untuk pakaian, mebel dan karpet. Karbontetraklorida tidak terjadi secara alami, tetapi telah diproduksi dalam jumlah untuk membuat cairan pendingin dan propelan untuk kaleng aerosol.
Hati sangat sensitive terhadap CCl4, untuk kesehatan. Pada kasus ringan, hati menjadi bengkak dan sakit, dan lemak menumpuk di dalam organ. Pada kasus uang parah, sel-sel hati mungkin rusak atau hancur, menyebabkan penurunan fungsi hati. Efek tersebut biasanya reversibel sudah terlalu tinggi atau terlalu lama.
Ginjal juga sensitif terhadap karbontetraklorida. Kurang urin dapat terbentuk. Yang mengarah ke penumpukan air dalam tubuh (terutama di paru-paru) dan penumpukan produk-produk limbah dalam darah. Gagal ginjal sering menjadi penyebab utama kematian pada orang yang meninggal setelah terpapar sangat tinggi untuk karbontetraklorida.
Pencegahan dilakukan dengan memberikan antioksidan untuk antioksidan untuk meredam reaksi berbahaya senyawa toksik CCl4.
  1. Manfaat
  1. Flourin
Gas flourin (F2) terutama digunakan dalam proses pengolahan isotop Uranium235 yang merupakan bahan bakar reaksi nuklir. Dalam bijih uranium, isotop 235U bercampur dengan 238U. jika bijih itu direaksikan dengan F2(g), terbentuklah gas 235UF6 dan gas 238UF6, untuk selanjutnya fiolah menjadi unsur 235U.
Fluor unsure maupun klor pentaflorida, telah dipakai sebagai zat pengoksid dalam beberapa roket. Fluor digunakan untuk membuat berbagai macam senyawa fluorin organik. Ini yang termasuk gas Freon, seperti CCl2F2 dan plastic yang tahan panas, teflon C2F2 untuk membuat Poli-PTFE jenis plastic tahan panas yang banyak digunakan pada peralatan mesin. Teflon dapat terurai  pada suhu sekitar 250°C (482°F) yang dicapai dalam beberapa oven yang dapat bersih lagi dengan sendirinya, produk-produk pengurainya beracun.
Fluorin juga dapat digunakan untuk mengukir gelas, yakni asam fluoride (HF) yang dapat bereaksi dengan gelas (CaSiO3) dengan reaksi :
CaSiO3(s) + 8HF (aq)                        H2SiF(aq) + CaF2(s) + 3H2O(l)
                Natrium fluoride, untuk mengawetkan kayu dari gangguan serangga. Belerang heksafluorida (SF6) yang dipakai sebagai isolator. Kriolit (Na3AlF6), untuk pelarut dalam pengolahan logam aluminium secara elektrolisis. CCl3F untuk insektisida, Freon -12 (CF2Cl2), sebagai zat pendingin pada kulkas dan AC, serta zat pendorong pada kosmetika aerosol (spray). Freon – 22 (CHClF2) sebagai zat pendingin rendah bahan makanan. CBrF3 dan CBr2F2, sebagai pemadam kebakaran dalam pesawat Hidrofluorokarbon (HFC - 1340) jenis bahan bakar dalam aerosol. Natrium heksafluorosilikat (Na2SiF6) ditambahkan dalam pasta gigi untuk mencegah kerusakan gigi.
  1. Klorin
Gas Cl2 sering digunakan sebagai desinfektan dan digunakan untuk menarik timah dari kaleng bekas membentuk SnCl4 kemudian direduksi menjadi timah yang murni. Klor merupakan halogen yang paling banyak dihasilkan dan jumlahnya jauh diatas yang lainnya. Dapat digunakan, misalnya : Asam Klorida (HCl), merupakan asam peringkat ketiga yang banyak diproduksi sesudah asam sulfat dan asam nitrat. HCl terutama digunakan pada industri logam untuk membersihkan permukaan logam, serta mengekstraksi logam-logam tertentu dari bijihnya.
Sebagai garam dapur dan dipakai sebagai bahan baku pada berbagai jenis industri kimia, digunakan Natrium Klorida (NaCl). Kalium Klorida (KCl) banyak digunakan sebagai pupuk tanaman. Amonium Klorida (NH4Cl) sebagai elektrolit pengisi batu baterai. Natrium Hipoklorit (NaClO) yang dapat mengoksidasi zat warna, sehingga digunakan sebagai zat pengelantang untuk kain dan kertas, dengan reaksi:
ClO- + zat berwarna                Cl- + zat tak berwarna
CaOCl2 atau (Ca2+) (Cl-) (ClO-), dikenal sebagai serbuk pengelantang dengan nama kapul klor. Kalsium hipoklorit disingkat kaporit Ca(ClO)2 dikenal sebagai zat disenfektan pada air leding dan pemutih pakaian,kalsium klorat (KClO3), bahan pembuat koret\k api dan kembang api atau mercun.seng klorida (ZnCl2) sebagai bahan pematri/solder.Berbagai senyawa organic , seperti plastic(PVC),insektisida,DDT,CHCl3,pelarut CCl4 dll.
  1. Bromin
Br2 merupakan bahan baku untuk membuat senyawa- senyawa bromine,misalnya natrium bromide sebagai zat sedative/obat penenang saraf,Br dalam sejumlah besar digunakan untuk membuat perak bromide,yang disuspensikan dengan gelatin untuk dipakai sebagai film fotografi . AgBr pada film akan terurai menjadi perak (Ag) dan  bromide (Br),jika terkena sinar matahari.kemudian film dicuci dengan larutan hipo natriumtiosilfat,Na2S2O3 untuk menghilangkan kelebihan AgBr.selanjutnya,AgBr diubah menjadi ion kompleks Ag(S2O3)23- yang larut,sehingga perak (Ag) tertinggal pada film sebagai bayangan hitam,metal bromide,(CH3Br) suatu bahan zat pemadam kebakaran. Etilena bromide (C2H4Br2),selama bertahun-tahun kira-kira separuh dari ribuan ton brom yang di hasilkan setiap tahun digunakan untuk membuat senyawa ini. Etilan bromide sebuah komponen bensin etil yang sering ditambahkan poada bensin, agar senyawa Pb dalam bensin diubah menjadi PbBr2 sehingga logam Pb tidak mengendap dalam silinder. Dengan cara senyawa timbel ditambahkan kepada bensin etil sebagai zat antikeruk (anti knock), tetapi timbel yang terbentuk sewaktu pembakaran mereka cenderung merusak. Dengan adanya etilena bromide, timbel ini membentuk timbel bromide yang mudah menguap, yang lolos bersama gas-gas buangan dengan pencemaran atmosfer dan bukan mesinnya.
  1. Iodine
Larutan I2 dalam alcohol disebut tingtur iodium, merupakan obat anti septic bagi luka-luka agar tidak kena infeksi. Dalam industry tapioca, maizena, dan terigu, larutan I2 dengan amilum akan memberikan warna biru.
Senyawa-senyawa iodine yang penting dan dapat dimanfaatkan, misalnya: Kalium Iodat (KIO3) yang ditambahkan kedalam garam dapur, agar tubuh kita memperoleh iodine. Pembuatan emulasi fotografi sebagai AgI (perak Iodida). Quartz-Iod untuk bola lampu. Ammonium Iodida (NH4I) untuk lensa Polaroid. Iodoform (CHI3) untuk anseptik. Dalam laboratorium dapat digunakan untuk mentitrasi senyawa pengoksida kuat.


DAFTAR PUSTAKA
Haris ,M.2009. Buku Ajar Kimia AorganikI. Mataram Universitas: mataram press
Jones,M. 1997. Kimia Anorganik. Bandung: ITB
http://halogen/Kegunaan Halogenalkana _ Chem-Is-Try.Org _ Situs Kimia Indonesia _.html
http://halogen/Gas cfc « Geophysics 08.html
http://halogen/Karbon_tetraklorida.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar